research
  • 19 Oct
  • 2026

Kolaborasi Sekolah dan Polri: Kapolres Pemalang Edukasi Siswa SMA Negeri 1 Pemalang tentang Bahaya Bullying dan Cyberbullying

Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, SMA Negeri 1 Pemalang menggelar kegiatan Penguatan Pencegahan Perundungan (Bullying) dengan menghadirkan narasumber utama Kapolres Pemalang, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., M.H..Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, XII,dan Bapak Ibu guru, ini berlangsung di Lapngan Sekolah dengan antusiasme tinggi.Kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam mendukung Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP) dan juga program Polri untuk melindungi anak.

Pesan Tegas Kapolres Pemalang: Bullying Bukan Candaan

Dalam paparannya, AKBP Anggaito Hadi Prabowo menegaskan bahwa kasus bullying yang marak terjadi, termasuk kasus yang sempat menyita perhatian publik di Kabupaten Pemalang beberapa waktu lalu, harus menjadi pelajaran bersama."Saya tegaskan, kasus perundungan akan kami usut secara tuntas agar tidak menimbulkan ruang spekulasi di masyarakat. Sekolah harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita," tegas Kapolres Pemalang seperti komitmen beliau dalam penanganan kasus perundungan di wilayah Pemalang.Beliau menjelaskan kepada ratusan siswa tentang 4 bentuk bullying yang wajib dipahami:

1. Fisik: Memukul, mendorong, merusak barang teman.

2. Verbal: Mengejek, memberi julukan menyakitkan, body shaming.

3. Sosial: Mengucilkan, tidak mengajak dalam kelompok, menyebar gosip.

4. Siber (Cyberbullying): Ini yang paling berbahaya sekarang. Menyebar foto aib, menghina di kolom komentar TikTok/Instagram, membuat stiker WA yang merendahkan, hingga mengancam lewat DM.

"Adik-adik harus paham, apa yang kalian tulis di media sosial itu ada jejak digitalnya dan ada hukumnya. Undang-Undang ITE bisa menjerat pelaku cyberbullying. Jangan karena iseng 5 menit, masa depan kalian rusak. Jadilah polisi bagi diri sendiri dalam bermedia sosial," tambah beliau.Kapolres juga berpesan agar siswa bijak bermedia sosial, tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar, dan menjaga mentalitas teman.